
Siapa pun pernah menyentuh colokan atau kabel yang terasa hangat setelah alat dipakai lama. Sedikit hangat memang wajar, karena listrik yang mengalir selalu menimbulkan sedikit panas. Yang perlu diperhatikan adalah panas yang berlebihan, yaitu ketika colokan atau kabel terlalu panas untuk disentuh dalam waktu lama. Kondisi ini adalah tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres dan sebaiknya dicari penyebabnya.
Mengapa listrik menimbulkan panas
Ketika listrik mengalir melalui logam, sebagian energinya berubah menjadi panas. Makin banyak listrik yang mengalir, makin besar panasnya. Jalur yang lebar dan lapang bisa melewatkan listrik dengan panas yang sedikit, sedangkan jalur yang sempit membuat panas lebih besar. Kabel yang tebal bagaikan jalan raya yang lebar, dan kabel yang tipis bagaikan gang sempit. Bila terlalu banyak listrik dipaksa melewati kabel yang tipis, panasnya meningkat.
Penyebab yang paling umum
Penyebab pertama adalah kabel yang terlalu tipis untuk alat yang dipakai. Alat berdaya besar, seperti pemanas air, setrika, atau penyejuk ruangan, membutuhkan kabel yang lebih tebal daripada alat berdaya kecil. Kalau alat berdaya besar disambung ke kabel yang tipis, kabel akan menjadi hangat sampai panas.
Penyebab kedua adalah sambungan yang longgar. Pada titik sambungan yang tidak rapat, listrik harus melewati celah yang sempit, sehingga panas terkumpul di situ. Ini sering terjadi pada colokan yang tidak masuk penuh, stop kontak yang jepitannya sudah aus, atau kabel yang dijepit kurang kencang pada sekrup.
Penyebab ketiga adalah beban yang terlalu banyak pada satu titik. Menyambung banyak alat melalui colokan cabang yang bertumpuk membuat semua listrik lewat satu stop kontak. Stop kontak dan kabel di belakangnya bisa menjadi panas bila bebannya melebihi kemampuannya.
Penyebab keempat adalah kabel yang rusak di bagian dalam. Logam yang patah sebagian, misalnya karena sering ditekuk, membuat jalur listrik menyempit di titik patahan, dan panas muncul di situ.
Penyebab kelima adalah kabel yang digulung atau ditutupi saat dipakai. Panas yang dihasilkan kabel perlu terbuang ke udara. Kabel yang digulung rapat atau tertutup kain, karpet, atau tumpukan barang sulit melepas panas, terutama bila alat yang dipakai berdaya besar.
Cara mencegahnya
Pertama, sesuaikan kabel dengan alat. Lihat daya alat pada labelnya, lalu pastikan kabel dan stop kontak yang dipakai sesuai. Bila Anda tidak yakin, tanyakan kepada teknisi atau penjual kabel.
Kedua, pastikan colokan masuk penuh. Colokan yang hanya masuk setengah menimbulkan panas pada titik sentuhnya. Jika colokan mudah lepas atau goyang, bagian jepit di dalam stop kontak mungkin sudah aus dan perlu diganti.
Ketiga, hindari menumpuk colokan cabang. Kalau stop kontak kurang, lebih baik menambah stop kontak di dinding melalui teknisi daripada menyambung berlapis-lapis.
Keempat, jangan menggulung kabel saat alat berdaya besar menyala. Urai kabel hingga lurus atau melengkung longgar.
Kelima, periksa kabel alat secara berkala. Ganti kabel yang pembungkusnya retak, mengeras, atau terkelupas.
Kapan harus memanggil teknisi
Jika stop kontak di dinding sering terasa panas, ada bekas hangus di sekitarnya, atau tercium bau gosong, jangan hanya mengganti colokan. Matikan jalur listrik itu dan minta teknisi memeriksa stop kontak dan kabel di belakangnya. Bagian ini tertanam di dinding sehingga pemeriksaannya membutuhkan keahlian dan peralatan yang sesuai.
Hentikan juga pemakaian alat yang kabelnya panas sampai kabel diganti atau diperiksa. Kabel yang panas berulang-ulang akan membuat pembungkusnya semakin rapuh.
Perbedaan hangat dan panas yang berbahaya
Banyak orang bingung membedakan hangat yang wajar dari panas yang berbahaya. Sebagai pegangan sederhana, hangat yang wajar masih nyaman disentuh beberapa detik dan tidak berubah seiring waktu. Panas yang berbahaya terasa tidak nyaman disentuh, makin lama makin panas, atau disertai bau plastik, perubahan warna, atau pembungkus yang melunak. Bila Anda ragu, anggap itu tanda untuk berhenti memakai dan memeriksanya. Memeriksa lebih awal hampir selalu lebih murah dan lebih aman daripada menunggu sampai ada kerusakan.
Satu hal lagi yang membantu: bila Anda sering memakai alat berdaya besar, catat alat mana yang paling sering membuat stop kontak hangat, lalu bicarakan dengan teknisi apakah jalurnya perlu diperkuat. Catatan semacam ini membuat pemeriksaan lebih terarah dan hemat waktu.
Kesimpulan
Panas pada colokan atau kabel adalah sinyal. Penyebabnya biasanya kabel yang terlalu tipis, sambungan yang longgar, beban yang terlalu banyak, kabel yang rusak di dalam, atau kabel yang tertutup. Semuanya bisa dicegah dengan memilih kabel yang sesuai dan menjaga sambungan tetap rapat.
Bagi yang mencari kabel listrik berstandar SNI, Kitani, produksi PT Sutanto ArifChandra Elektronik, menyediakan berbagai pilihan yang dapat dilihat di https://kitani.co.id/.